Ramadhan kali ini diwalai dengan sholat Isya dan Tarawih di MAsjid Al-Ikhlas Kelapa Dua lebih tepatnya di dekat rumah om Hari Rus. ada beberapa hal yang rasanya berbeda dari tahun2 sebelumnya. Memang Ramadhan kali ini tidak semegah tahun lalu saat aku sedang mengemban amanah atas kelancaran aktifitas beribadah para mahasiswa di Asrama. Ramdhan yang ingin aku rasakan saat ini adalah Ramadhan yang bisa membuat hati ini dingin dan damai.
Tak lama aku terbangun dari tempat tidur sepupuku. Aku diajak ke meja makan yang sudah tertata dengan rapi, mungkin lauknya sederhana namun suasananya sangat menyejukkan hati…
Sahur di rumah Om Hari sangat enak. Aku dan Hanif tidak perlu repot2 membeli lauk atau nasi di luar, karena Yuk Tri sudah menyiapkan hidangan Sahur lengkap dengan teh manis di atas meja makan. Om Hari, Tante Yani, Rian, Rini, Hanif dan Aku makan sahur bersama diatas meja makan. Kehangatan keluarga seperti ini yang telah lama tidak aku rasakan semenjak hidup jauh dari orang tua. Mendengar cerita dan guyonan Om dan Tante aku kembali teringat untuk berintrospeksi diri… Kembali mengingat2 prinsip2 yang aku tinggalkan selama ini.
Harapan Ayah dan Ibu ku
Doa2 mereka
Kekhawatiran mereka padaku
Sedikitpun aku tidak pernah memikirkan itu sebelumnya
Sedangkan yang aku pikirkan terus menerus adalah, menjadi Tenar, terkenal, ikut banyak organisasi dan kepanitiaan.. namun ternyata semua malah itu menjauhkan ku dari orangtuaku.
Tak jarang aku enggan menerima telpon atau membalas sms dengan alasan sibuk mengurusi ini itu..
Astaghfirullahalazim
Ya Allah tolong Ingatkanlah aku untuk selalu berbakti kepada kedua orang tuaku…
Amien..
iya, memang ga ada ceritanya orang makin sukses makin santai. ada juga orang makin sukses makin sibuk.
bagiku, hidup adalah untuk berkarya,,
tidak ada kata sibuk, yang ada adalah waktu terpakai sempurna..
haha..retorika
By: mishbah on August 25, 2009
at 2:02 pm